Jumat, 07 September 2012

randomized

Sebuah rangkaian melodi bagaikan suatu lembayung mentari
apa yang sedang kau pikirkan hai peri.

ketika cakrawala menghilang dan kemudian menghilang ditelan bulan,
kutau sang mentari kan hadir untukmu.

ketika dua burung gereja terbang dan terluka, jatuh ditepian jalan, takkan ada sesuatu yang ditakuti sebuah insan yang saling menjaga.. ketika saling terluka.

Disaat kura2 bertanya pada ikan mas dan bertanya apakah ini sebuah mimpi..
dan ikan mas menjawab "iya" dan ajaklah aku keduniamu, bawa aku kedaratan yang mungkin aku bisa melihat indahnya lembayung mentari.
sang kura2 pun menjawab "aku tahu, dan kau tau aku akan selalu ada",
ikan mas pun mencoba naik ke cangkang sang kura2, lalu sang kura2 naik ke daratan beserta ikan mas di punuknya.. akhirnya mereka berdua menikmati indahnya lembayung sang surya.. tak beberapa saat kemudian ikan mas pun lemas dan mulai kehabisan nafas.. dan akhirnya mati.

"Ga semua yang indah itu sebenarnya indah", dan "ga semua yang baik sebenarnya baik", dan kadang kita memberikan yang terbaik justru itu menjadi yang terburuk.

Namun terkadang sebuah momentum itu datang, ketika hal terlihat beberapa kesamaan bagai berdiri di sebuah cermin, dan ketika itu datang secara tidak sengaja, disaat kenyamanan itu terulang kembali, apakah ini sebuah rasa.. atau ini hanya sebuah dongeng yang terjadi dan kemudian menghilang ditelan sang waktu..

terus melangkah, teruslah menari, bersuaralah, teruslah berkarya. hai peri kecilku "jingga dibahumu, mentari di pundakmu, malam didepanmu, teruslah berjalan " aku selalu ada.


1 komentar: